Alta...
"nec curia deficeret in justitia exhibenda”
"Tengadahlah pada langit, teriaklah pada matahari dan jeritkan tangis pada rembulan," bisik seekor burung hantu pada lelaki separuh baya lewat yang menggenggam pedih ditangan kanannya.
Aku membayangkan lelaki itu jongkok disana, mengambil segenggam tanah kubur tak bernama itu dan dengan teriakan keras melemparnya keangkasa. Ah, mengatakan kubur itu tak bernama mungkin tak sepenuhnya tepat, karena di nisannya masih tertulis sebait nama ; Alta Lakoro.
baca lanjut...
0 komentar:
Post a Comment