Benalu
Tuan...
Apakah rasa lapar berarti sesuatu bagimu? Ketika cacing perut merintih lalu tak sabar dan mulai berteriak memaki senyatanya toh mereka tak bisa dikenyangkan dengan sekedar angka yang tuan sampaikan. Lapar itu nyata tuan, pedih juga perihnya.
Rasanya mungkin menyakitkan, tetapi kami toh tetap bertahan bukan? Ya, itu karena kami selalu berhasil membujuk agar sang lapar tetap tak membunuh dan memata-gelapkan kami. Betul, walau kami berteman karib dengan sang lapar, bukan berarti kami benar-benar menyukainya. Kami membencinya. Ya, sungguh-sungguh membencinya. Seperti juga kami membenci tuan-tuan yang menguras habis setiap sawah dan setiap kebun kami.
baca lanjut
0 komentar:
Post a Comment