Membunuhku?
Kenapa kau ingin membunuhku? Apa salahku, bukankah semua permintaanmu telah aku penuhi. Kau minta upeti, aku memberi. Kau minta cinta, bukankah sepenuh hati telah aku beri, bahkan tanpa kau tahu seringkali aku bawakan kau bunga bersama doa yang terbungkus harap.
Lalu kenapa kau masih berniat membunuhku? Atau karena aku telah menyinggungmu?
Seperti kau tahu, akupun milikmu. Sejak kata "memiliki" kau monopoli, semua sah menjadi milikmu. Seribu tafsir kau buat, sejuta pemahaman kau rumuskan dan semuanya mesti rebah di kakimu. Cinta menjadi ketotalan dan ketololan. Benarkah itu maumu? Atau mungkin aku yang salah menafsir? Haruskah kau tetap membunuhku? baca lanjut...
Lalu kenapa kau masih berniat membunuhku? Atau karena aku telah menyinggungmu?
Seperti kau tahu, akupun milikmu. Sejak kata "memiliki" kau monopoli, semua sah menjadi milikmu. Seribu tafsir kau buat, sejuta pemahaman kau rumuskan dan semuanya mesti rebah di kakimu. Cinta menjadi ketotalan dan ketololan. Benarkah itu maumu? Atau mungkin aku yang salah menafsir? Haruskah kau tetap membunuhku? baca lanjut...
0 komentar:
Post a Comment