Tuesday, July 10, 2007

Teseus dan Arok

Malam merambat dalam gelapnya nyaris tanpa suara. Semua jantung seluruh kota berdetak dan seluruh hati dipenuhi harapan. Oh malam -begitu pintanya- cepatlah usai dengan segala kutuknya. Ya, Kreta malam itu memang penuh doa, doa yang dipanjatkan untuk Teseus dan Phaedra yang sedang bertarung hidup mati melawan Minotaorus di labirinnya. Euforia pecah ketika pagi menjilat Kreta, Teseus muncul di ujung labirin. Ya, Minotaurus. Si manusia setengah banteng telah binasa di tangan Teseus.

Betul, Nyaris semua orang di Kreta tahu belaka bila Minotaurus adalah ketakutan dan kengerian. Bahkan sekedar menyebut nama saja, hukuman mati masih terlalu ringan bagi orang Kreta. Ya, Minotaurus adalah ketakutan yang bertahta di labirinnya yang pekat.

membaca lanjut...?

0 komentar: